4 laki-laki sudah dibekuk di Kota Bahtera, Nigeria Utara sebab dituduh melaksanakan telah perkawinan ilegal di Facebook. Permasalahan itu, seseorang laki- laki menikah dengan cara online lewat Facebook dengan seseorang wanita yang terdapat di Facebook pula. Perkawinan itu sudah disaksikan oleh 3 laki- laki lain yang pula lewat Facebook.
Para pelakon perkawinan online lewat Facebook sudah dibekuk sebab ditaksir mengejek Islam dalam berkeyakinan, perkawinan itu tidaklah perihal candaan ataupun main- main aja. Tetapi perkawinan ialah ibadah yang bukan sepatutnya jadi materi olok-olokan.
Bahtera merupakan salah satu dari 12 negeri yang terdapat di komponen Nigeria utara di mana hukum syariah ditegakkan. Tubuh Penguatan Hisbah berkata, perkawinan lewat Facebook itu dikira penghinaan dalam badan perkawinan.
Diambil lewat Dailymail Online Jumat( 12 atau 7 atau 2019), Kepala Tubuh Penguatan Hisbah, Abba Sufi berkata, grupnya membekuk 4 laki-laki sebab mengorganisir perkawinan replika di Facebook yang telah menimbulkan amarah pada khalayak." Kita membekuk mereka berdasarkan penghinaan kesakralan institusi perkawinan."
Keempat terdakwa itu, berumur antara 30 serta 32, dibekuk pada hari Selasa( 9 atau 7 atau 2019), sebagian hari berakhir informasi tersebar kalau salah satu dari mereka menikahi seseorang perempuan belia melalui Facebook dalam suatu seremoni yang sudah disaksikan oleh 3 laki-laki yang lain.
Mempelai laki-laki, Sanusi Abdullahi berterus terang berbual dengan menawarkan duit sebesar 56 Dolar AS buat seseorang wanita lewat Facebook. Duit itu hendak dibayarkan buat perkawinan online lewat Facebook. Namun duit hendak dibayarkan apabila sang wanita telah alih ke rumahnya.
Para terdakwa belum sempat berjumpa dengan pengantin wanita dengan cara langsung. Mereka cuma bersahabat di alat sosial. Tutur Sufi.
Kejadian perkawinan online itu menimbulkan amarah oleh para malim." Kita wajib turun tangan buat bias membenarkan permasalahan itu bukan merdeka kontrol, saat ini terdakwa penting sudah terletak di dasar bahaya," tutur Sufi.
Sufi pula berkata, para terdakwa sudah membuktikan rasa penyanggahan kekecewaan serta Hisbah lagi memikirkan buat menutup permasalahan. Namun grupnya menanti mengharap atmosfer batin warga biar pulih.

Komentar
Posting Komentar